BALUN IJUK (realita.news) — Tiga perwakilan Dosen FISIP Universitas Bangka Belitung mengikuti Pelatihan Jurnalistik 2025 di Balai Besar Peradaban Gedung Direktorat, Rabu (9/7/2025). Ketiga peserta pelatihan yang diutus FISIP adalah Sofa (32), Desmaisi (31) dan Arta (29) ini bergabung bersama dosen lintas Prodi di Perguruan Tinggi Negeri kebanggaan Negeri Serumpun Sebalai ini.
Acara dibuka Wakil Rektor III UBB, Dr. Hamsani. SE.,M.Sc.. Dalam sambutannya, Hamsani mengapresiasi seluruh perwakilan dosen yang berpartisipasi mengikuti pelatihan tersebut.. Harapannya, melalui kegiatan ini, para dosen dapat berkontribusi sebagai perpanjangan lidah UBB untuk memberikan informasi kepada khalayak internal maupun eksternal.
“Selama ini, banyak kegiatan yang diselenggarakan di UBB namun masih belum menyebar ke masyarakat karena humas di rektorat belum mampu menjangkau hingga ke Prodi sehingga tidak terpublikasi. Jadi semoga setelah pelatihan, para peserta mampu menjadi kontributor di setiap Prodi,” ujarnya.
Sementara itu, Hesty S.Si.,M.Pd, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama selaku panitia penyelenggara pelatihan berharap 31 peserta pelatihan yang hadir dapat berkontribusi maksimal dalam mempromosikan UBB sebagai agen dan tim promosi demi eksistensi UBB.
“Jadi bapak ibu tidak hanya sebagai pendidik namun dapat melakukan pengabdian dalam bentuk memberikan informasi tentang mengabdian yang dilakukan lembaga pendidikan kita kepada masyarakat Bangka. Maksimalkan juga kerjasama dengan media massa cetak dan online,” tuturnya.
Pembicara pertama, Romlan (47) memberikan pemahaman dasar dan Inteligen dasar identitas tentang jurnalistik. Ia memotivasi peserta untuk mampu menjadi pemberi informasi dan seluruh kegiatan yang dilaksanakan di Prodi. “Inteligen dasar identitas dapat bapak ibu praktikkan dengan menggunakan singkatan NUPA yakni Nama, Umur, Pekerjaan dan Alamat,” ujarnya.
Ia juga menekankan untuk tetap mematuhi kaidah penulisan berita peliputan dengan mengedepankan fakta, hati nurani, tidak melanggar aturan dan etika jurnalistik, cover allside, melalui bahasa yang benar, aktual, ekslusif, penting, menarik, mendidik serta menghibur. “Jangan melupakan terpenuhinya unsur 5W+1H dalam setiap penulisan berita,” ujarnya.
Sedangkan pembicara kedua, Replianto (56) menambahkan bahwa ada 3 hal pokok yang perlu untuk dipahami peserta berkaitan dengan topik pembahasan umum yang dapat diaplikasikan yakni jurnalistik, media massa dan standar kompetensi wartawan.
“Bapak ibu dapat memproduksi hasil karya jurnalistik secara berkompeten jika mengaplikasikan seluruh materi yang diperoleh hari ini. Tentu saja semuanya harus sesuai dengan aturan aturan yang mengatur tentang pers. Baik itu Undang undang no 40 tahun 1999, Kode Etik Jurnalistik, Kode Prilaku Wartawan dan aturan aturan tentang pers dari Dewan Pers,” ujarnya.
Ia berharap para peserta selalu optimis untuk mencoba memproduksi informasi yang sesuai fakta sebagai upaya melawan hoaks dan merawat literasi.
“Walaupun ada banyak fenomena yang membungkam Pers, namun kita harus tetap optimis bahwa kemampuan menulis informasi harus tetap dirawat demi menjaga nalar yang sehat,” pungkasnya. (Arta)
Universitas Bangka Belitung Gelar Pelatihan Jurnalistik







