Fezzi menyebut keikutsertaan dalam Jamnas XII bukan sekadar kesempatan bagi para peserta untuk mengikuti kegiatan kepramukaan berskala nasional. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengembangkan karakter dan kedisiplinan.
Menurutnya, Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda agar memiliki sikap mandiri, bertanggung jawab, disiplin, serta mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi.
“Anak-anak ini adalah pilihan dari 18 orang yang mewakili seluruh Belitung Timur. Pramuka memang mendidik karakter dan kedisiplinan. Dengan mengikuti jambore, kedisiplinan mereka menjadi semakin kuat karena ditempa di tengah berbagai keterbatasan,” jelasnya.
Keikutsertaan kontingen Belitung Timur di Jamnas XII juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah kepada peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, kontingen Belitung Timur membawa berbagai produk dan kesenian khas daerah. Mereka juga memperkenalkan identitas serta kekayaan budaya Belitung Timur kepada para peserta Jamnas yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang.
“Kami menampilkan potensi Belitung Timur. Dan para peserta juga memperkenalkan tentang Belitung Timur kepada peserat lainnya, sehingga ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk memperkenalkan daerahnya,” kata Fezzi.
Ia menilai pengalaman tersebut akan memberikan kesan tersendiri bagi para peserta. Mereka tidak hanya belajar tentang kepramukaan, tetapi juga mendapatkan kesempatan bertemu dan berinteraksi dengan anak-anak seusianya dari berbagai daerah.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi mereka untuk membangun jejaring, bertukar pengalaman, mengenal keberagaman Indonesia, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri sebagai bagian dari generasi muda bangsa. (*)
(Sumber: www.timah.com)







