Pada gelaran tahun ini, kuliner legendaris otak-otak khas Pangkalpinang sengaja diangkat sebagai sorotan utama. Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap produk lokal ini tidak hanya menjadi konsumsi regional, tetapi mampu merambah pasar nasional secara masif.
”Semoga kuliner khas otak-otak Pangkalpinang ini bisa terus menembus seluruh nusantara. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong para pelaku usaha untuk berinovasi dalam hal rasa, peningkatan kualitas kemasan, serta pemanfaatan teknologi pemasaran,” kata Saparudin.

Selain sebagai upaya pelestarian kearifan lokal, otak-otak kini diposisikan sebagai identitas kuat (branding) yang mencerminkan citra kreatif Kota Pangkalpinang di mata Indonesia.
Lebih lanjut, Saparudin menekankan bahwa transformasi menuju ekonomi kreatif kini menjadi agenda yang sangat krusial. Pasalnya, sektor pertambangan timah yang selama ini menjadi pilar utama perekonomian daerah dinilai sudah tidak bisa lagi diandalkan secara berkelanjutan.
Festival Semarak Ekraf ke-2 tidak hanya menampilkan produk kuliner unggulan, tetapi juga dimeriahkan berbagai pertunjukan seni dan kreativitas anak muda, mulai dari teater hingga penampilan seni lainnya. (rea)







