Ia menuturkan, berdasarkan hasil verifikasi dan sinkronisasi tersebut, terdapat rekapitulasi data jumlah korban meninggal yang tak sesuai, khususnya kepada jasad korban yang ditemukan di sekitar area pemakaman.
“Verifikasi by name dan by addres menunjukkan jika terdapat jasad korban yang meninggal dunia sebelum terjadinya bencana,” ujar Abdul.
Mengingat daerah terdampak bencana Sumatera yang amat luas cakupannya, dia mengatakan, kemungkinan esok hari BNPB akan merilis data terbaru jumlah korban sebagaimana hasil verifikasi dan sinkronisasi yang dilakukan daerah.
Bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Sumatera pada 25 November lalu. BNPB memperkirakan diperlukan anggaran sebesar Rp 51,82 triliun untuk biaya pemulihan di tiga provinsi terdampak. (*)







