Dalam paparannya, Prof. Ahmad menekankan bahwa menciptakan nilai tidak bisa hanya mengandalkan status quo atau rutinitas. Perubahan besar membutuhkan keberanian untuk mengevaluasi diri, menumbuhkan empati dalam kepemimpinan, dan menyelaraskan misi organisasi dengan perubahan zaman.
Salah satu peserta, Dr. Robin, Wakil Dekan I Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Biologi (FPPB) UBB, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru.
“Ini tentang bagaimana kita keluar dari pola-pola lama, seperti merasa hebat sendiri. Padahal kita butuh berkembang. Ibarat anak ayam memecahkan cangkang, kita harus berani mengkritik diri sendiri, bahkan meminta orang lain mengkritik kita demi validasi dan pengembangan potensi,” ungkapnya.
Menurut Dr. Robin, sikap terbuka terhadap kritik dan kesadaran atas kekurangan adalah bekal penting bagi dosen-dosen muda agar bisa menjadi insan akademik yang tidak hanya dinamis, tetapi juga berkesan dan bermakna bagi mahasiswa dan lingkungan kampus.
Kuliah umum ini menjadi bagian dari komitmen UBB dalam mendorong budaya inovasi, refleksi kritis, serta penguatan jejaring akademik internasional. Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yaitu menghadirkan ilmu yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan institusi. (*)







