“Tujuan yang diharapkan dari hal tersebut tidak lain adalah desentralisasi pelaksanaan dan tanggung jawab, peningkatan efisiensi, minimalisasi birokrasi, kemudahan pengawasan dan peningkatan keuntungan,” pungkasnya.
Sementara itu, pelaksana tugas (plt) rektor UBB saat ini Prof. Ibrahim dalam sambutannya menyampaikan bahwa ini adalah sebuah proses yang perlu disadari dan patut disyukuri dengan berjalannya kampus UBB yang telah berusia 18 tahun dan dapat dikatakan sebagai masa remaja.
“Dengan usia ini tentu menjadi sebuah refleksi bagi kita untuk mengukur laju perjalanan bagi sebuah perguruan tinggi yang eksis bagi kemajuan Masyarakat, khususnya di Bangka Belitung,” ungkapnya.
Menurut Ibrahim, kita dalam proses sedang menanjak baik dari sisi sarana dan prasarana ataupun sisi lainnya yang jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“Saya masih ingat betul dan merasakan ketika dahulu kampus banyak tersebar di berbagai titik. Namun, seiring berjalannya waktu terus berkembang dan berpusat menjadi saat sekarang,” ujarnya.
Sesuai tema yang diambil hari ini, Ibrahim mengatakan bahwa BLU dapat dianggap sebagai sebuah capaian strategis untuk mengisi pencapaian-pencapaian itu dengan berbagai macam akselerasi terutama mengenai infrastuktur, SDM, Mahasiswa dan Mutu dari UBB itu sendiri.
Lebih lanjut, dirinya juga memberikan tiga hal penting untuk menjadi syarat butuh yang dimiliki oleh UBB untuk terus tumbuh dan berkembang. “Diantara syarat butuh itu ialah kultur adaptif, semangat inovatif, dan totalitas peran,” tutupnya. (Humas)







