Di tengah bantuan yang terus berdatangan, sebagian warga terdampak mulai meninggalkan posko untuk tinggal sementara di rumah kerabat. Namun, sekitar 70 kepala keluarga (KK) masih bertahan di SDN 7 Simpang Rimba.
Tang (68), salah seorang pengungsi yang menempati posko sejak hari pertama kebakaran, mengatakan kondisi pengungsian sejauh ini aman dan terkendali. Menurutnya, bantuan logistik terus berdatangan dan kebutuhan air bersih, pakaian, serta sarana prasarana lainnya telah tercukupi.
“Alhamdulillah, bantuan datang tidak berhenti. Bangka Belitung tidak kekurangan orang-orang baik,” kata Tang.
Ayu (50), pengungsi lainnya, juga mengungkapkan rasa syukur karena kebutuhan makanan warga masih terpenuhi berkat bantuan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, makanan tidak kekurangan di sini, bantuan berlimpah ruah. Terima kasih kepada Bapak Gubernur, Ibu Gubernur, dan seluruh masyarakat Bangka Belitung yang telah membantu kami. Bangka Belitung tidak kekurangan orang-orang baik,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, TP PKK Provinsi Babel bersama Dharma Wanita dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) menyalurkan 70 paket perlengkapan rumah tangga kepada warga terdampak. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Noni Hidayat.
“Insyaallah, semua kebagian,” kata Noni di hadapan para pengungsi.
Selain menyalurkan bantuan, Noni memberikan dukungan moril kepada warga agar tetap tabah dan saling menguatkan dalam menghadapi musibah. Ia mengajak masyarakat untuk terus berdoa serta meyakini bahwa setiap cobaan dapat dihadapi dengan kesabaran dan kebersamaan.
“Semoga Bapak dan Ibu diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan. Insyaallah, semoga semua kebaikan yang diberikan hari ini menjadi jalan untuk mendapatkan kebaikan yang lebih besar, dan apa yang hilang diganti oleh Allah dengan yang lebih baik,” tuturnya.
Bantuan uang tunai dari Kabupaten Bangka Tengah turut disalurkan untuk mendukung penanganan warga terdampak.
Hidayat memastikan koordinasi lintas pemerintah dan berbagai elemen masyarakat akan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi serta mengupayakan langkah pemulihan.
Bagi warga Serdang, dukungan yang terus mengalir menjadi penguat untuk bangkit setelah kehilangan rumah. Pemerintah berharap semangat gotong royong dapat membantu masyarakat melewati masa pengungsian dan kembali menata kehidupan mereka. (*)







