Berdasarkan catatan FIFA, turun dengan formasi di atas kertas 4-1-2-3, Tanjung Verde melepaskan 15 kali tembakan di pertahanan Arab Saudi, tetapi hanya dua yang tepat sasaran.
Sementara Arab Saudi cuma mampu membuat tujuh kali percobaan tembakan, di mana tiga yang mengarah pas ke gawang.
Tanjung Verde juga lebih agresif dengan melepaskan lebih banyak umpan silang (19 kali) dibandingkan Arab Saudi (12 kali).
Selama pertandingan, Tanjung Verde pun memperlihatkan kedisplinan dalam bertahan, di mana mereka cuma 26 kali melakukan kesalahan, lebih sedikit dari Arab Saudi (33 kali).
Jika Tanjung Verde menorehkan sejarah, Arab Saudi gagal mengulang prestasi melaju ke fase gugur seperti pada Piala Dunia 1994.
Di klasemen pamungkas Grup H, Arab Saudi berada di posisi keempat dengan dua poin dari tiga laga, hasil dari dua seri dan sekali kalah. Di pertandingan berikutnya Tanjung Verde bertemua jara bertahan Argentina. (*)







