Pemprov juga menumbuhkan kesadaran publik melalui kegiatan edukatif dan promosi wisata halal, seperti Minangkabau Halal Festival yang telah menjadi agenda rutin dua tahun terakhir. Festival ini memadukan nilai budaya Minangkabau, ekonomi syariah, dan wisata religi yang mencerminkan karakter Sumbar sebagai daerah religius dan kreatif.
Pemprov mengajak masyarakat menjadikan gaya hidup halal sebagai bagian dari keseharian, bukan sekadar tren.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov bersama KDEKS akan menggelar Konferensi Wakaf Internasional awal November di Padang. Acara tersebut akan menghadirkan tokoh-tokoh wakaf dari dalam dan luar negeri sebagai wadah pertukaran gagasan dan penguatan peran wakaf dalam ekonomi berkeadilan.
Gubernur Sumbar Mahyeldi menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan wujud nyata amanat undang-undang dan nilai ABS-SBK. “Nilai ABS-SBK bukan hanya warisan, tetapi pedoman yang kami terapkan dalam kebijakan dan kehidupan bermasyarakat. Wisata halal, ekonomi syariah, dan kegiatan berbasis nilai Islam adalah upaya membangun Sumbar yang madani, unggul, dan berkeadilan,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi meyakini, dengan filosofi kokoh dan kebijakan konsisten, Sumbar kini layak menjadi poros wisata halal nasional dan siap menatap panggung internasional melalui International Halal Tourism Summit (IHTS).
(Sumber hariansinggalang.co.id)







