Dengan wafatnya Praka Rico, Indonesia sudah kehilangan empat prajurit TNI saat bertugas bersama UNIFIL di Lebanon selatan dalam sebulan terakhir.
Adapun prajurit TNI yang sebelumnya gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon yang wafat akibat serangan artileri pada 29 Maret dalam peristiwa yang sama yang awalnya mengakibatkan Praka Rico terluka.
Kemudian pada 30 Maret, dua personel TNI, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.
Rangkaian serangan yang terjadi pada 29-30 Maret dan 3 April tersebut juga menyebabkan 7 tentara TNI terluka, di luar Praka Rico yang baru wafat usai dirawat.
Di samping Indonesia, Prancis juga kehilangan dua tentaranya yang bertugas bersama UNIFIL di tengah eskalasi ketegangan di Lebanon selatan usai patroli mereka diserang pada 18 April. (*)
(Sumber hariansinggalang.c0.id)







