Example floating
Example floating
PANGKALPINANG

Saparudin Paparkan Langkah Pangkalpinang Menuju Smart City di Wisuda Sarjana Universitas Pertiba

389
×

Saparudin Paparkan Langkah Pangkalpinang Menuju Smart City di Wisuda Sarjana Universitas Pertiba

Sebarkan artikel ini
Walikota Pangkalpinang Saparudin menyampaikan orasi ilmiah pada pada Wisuda ke-XXXV Sarjana dan Magister Universitas Pertiba, di Ballroom Novotel Bangka, Sabtu (22/11/2025).

PANGKALPINANG  (realita.news) – Walikota Pangkalpinang, Saparudin, memaparkan Konsep dan Strategi Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan pada Wisuda ke-XXXV Sarjana dan Magister Universitas Pertiba, di Ballroom Novotel Bangka, Sabtu (22/11/2025).

Dalam orasinya, Walikota Pangkalpinang menegaskan bahwa kota modern harus dibangun dengan pendekatan berkelanjutan yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.

Menurutnya, sekitar 68% penduduk dunia akan tinggal di wilayah perkotaan, sementara hanya 32% yang berada di pedesaan. Kondisi ini menyebabkan kota-kota menghadapi beragam persoalan, mulai dari masalah sampah, kualitas lingkungan, polusi udara, kemacetan, pelayanan publik yang belum optimal, pasar yang kumuh, hingga banjir.

Ia mencontohkan kondisi di Pangkalpinang yang mengalami kemacetan pada jam-jam tertentu, berbeda dengan kota besar seperti Jakarta yang macet hampir sepanjang hari. Masalah pelayanan publik seperti antrean panjang BPJS maupun pembuatan KTP juga masih terjadi. Selain itu, persoalan banjir menurutnya bukan semata karena dataran rendah, tetapi akibat pembangunan yang tidak sesuai peruntukan lahan.

“Sering kali masyarakat membangun rumah atau toko di kawasan resapan air. Ketika ditimbun, wilayah yang sebelumnya tidak banjir, justru menjadi banjir,” tegasnya,

Prof Udin menjelaskan, konsep smart city telah diterapkan di berbagai kota dunia seperti Los Angeles, Amsterdam, dan sejumlah kota maju lainnya. Konsep ini terbukti mampu mengatasi persoalan perkotaan secara efektif dan berkelanjutan.

Menurutnya, pembangunan kota tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Harus ada kawasan penyangga banjir, ruang terbuka hijau, hutan kota, kawasan konservasi, serta pengaturan tata ruang yang tidak “brutal”.

“Smart dan sustainable city adalah konsep berbasis manusia. Pusat pembangunan adalah people, bukan sekadar infrastruktur,” ujarnya.

Baca Juga:  DPRD Babel dan Walikota Bahas Rencana Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam
slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69