Remaja yang menderita anemia, dikatakan Hastuti memiliki ciri ciri penurunan kekebalan tubuh, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran dan produktivitas. “Mereka mengalami yang sering dikatakan 5L yakni Lesu, Letih, Lemah, Lelah dan Lalai. Mudah mengantuk, sulit konsentrasi, sering pusing, mata berkunang kunang, pucat pada wajah, kelopak mata, bibir, kulit, kuku dan telapak tangan,” jelasnya.
Untuk itu, Hastuti berharap agar orangtua, Kader PKK maupun tenaga pendidik terus bersinergi dengan pihaknya (Dinas Kesehatan) agar remaja putri memiliki kesadaran akan manfaat mengkonsumsi tablet tambah darah.
“Saat ini kami bersama stakeholder terus melakukan upaya salah satunya dengan pemberian tablet tambah darah di sekolah melalui UKS yang dipantau oleh petugas Puskesmas. Di rumah, kami berharap orangtua terus memotivasi remaja putri pentingnya tablet tambah darah, membuat dan mengingatkan jadwal konsumsi makanan yang kaya akan zat besi,” pungkasnya. (*)
Sumbner Diskominfo







