Example floating
Example floating
PT TIMAH

PT Timah Utamakan Program Pemberdayaan Masyarakat

628
×

PT Timah Utamakan Program Pemberdayaan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Pemali Boarding School adalah satu Program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat yang dikembangkan PT Timah disamping enam program pokok lainnya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta perbaikan lingkungan di daerah lingkar tambang. (PT timah.com)

PANGKALPINANG — Keberadaan PT Timah di tengah masyarakat tidak hanya menjalankan proses bisnis, tapi juga memberikan manfaat dan dampak positif kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi. Sebagai perusahaan pertambangan yang merepresentasikan negara, PT Timah menyerap tenaga kerja lokal dan berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Program yang memperlihatkan komitmen PT Timah kepeduliannya terhadap lingkungan di sekitar lingkar tambang adalah Program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat, baik secara individual maupun secara kolektif, sehingga dapat mencapai tingkat kehidupan yang lebih baik. Program ini tidak hanya dilakukan di Bangka Belitung tapi juga di Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau.

Berikut Program PPM yang dilaksanakan PT Timah:

1. Program Pemali Boarding School

Pemali Boarding School (PBS) didirikan pada tahun 2000 dengan tujuan menerima peserta didik dari berbagai latar belakang ekonomi, baik yang mampu maupun kurang mampu, selama memiliki prestasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Karimun (Provinsi Kepulauan Riau), dan Kabupaten Meranti (Provinsi Riau).

Alumni Pemali Boarding School hingga 2023 mencapai 851 orang, dengan beragam profesi seperti guru, dokter, dosen, polisi, karyawan BUMN, dan swasta. Saat ini, terdapat 108 orang yang tinggal di asrama dan bersekolah di SMA Negeri 1 Pemali Kabupaten Bangka

2. Fishing Ground

Program Fishing Ground bertujuan untuk memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir yang terdampak oleh kegiatan tambang. Pelaksanaan Program Fishing Ground dimulai di Pantai Rebo pada November 2020 dengan 101 rumpon yang bekerjasama dengan nelayan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta dievaluasi oleh akademisi Universitas Bangka Belitung. Pada tahun 2023, program ini diperluas dengan penurunan 60 rumpon di Desa Aik Antu Deniang dan 170 rumpondi Desa Rebo.

Baca Juga:  Jalankan Program CSR, Langkah Nyata PT Timah Mendorong Kemandirian Masyarakat

3. Program Pelestarian Masyarakat Adat di Lingkar Tambang

Dalam hal pelestarian adat, Perseroan telah melakukan upaya pendekatan awal terhadap Masyarakat Adat Mapor di Desa Gunung Muda Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka. Pendekatan ini dimulai pada tahun 2021 dengan penelitian dan penulisan buku tentang masyarakat adat tersebut, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan tujuh Rumah Adat Memarong yang dapat digunakan.sebagai penginapan.

Selain itu, masyarakat adat juga diberikan pelatihan tenun, batik ecoprint,dan pelatihan pemandu lokal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi mereka dalam bidang pariwisata. Perseroan juga memberikan dukungan hukum kepada masyarakat adat dengan membantu pengesahan melalui notaris, seperti pengesahan Akta Pendirian Perkumpulan Lembaga Adat Mapur, Akta Pendirian Yayasan Gebong Mamarong Mapor, Pengajuan Nama Yayasan, dan Pengajuan Nama Perkumpulan.

4. Program Jaminan Sosial Kelompok Rentan

Dalam upaya Perseroan menjaga harmonisasi dengan stakeholder terutama dengan nelayan, Perseroan memberikan Jaminan Sosial yaitu BPJS Ketenagakerjaan. Program ini telah dimulai tahun 2022, untuk tahun 2023 sebanyak 450 nelayan di wilayah operasional Perseroan yang mendapat jaminan sosial.

5. Program POS PELAUT (Polikultur Silvofishery)

Pemberdayaan Nelayan Sawang Laut Perseroan berinisiatif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui Program POS PELAUT (Polikultur Silvofishery sebagai Pemberdayaan Nelayan Sawang Laut) di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, sejak tahun 2020.

slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69