Kondisi ini menyebabkan Kekey menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut, di mana ia akhirnya didiagnosis menderita penyakit Hirschsprung, yang membutuhkan operasi untuk mengangkat saraf yang tidak berfungsi dan bagian usus.
“Setelah diagnosis, Kekey dirujuk ke rumah sakit di Palembang dengan fasilitas medis yang lebih lengkap. Ia menjalani operasi untuk mengangkat saraf dan usus yang terkena. Untuk saat ini, ia harus menggunakan kantung stoma yang dipasang di perutnya sebagai sistem pembuangan limbah,” jelasnya.
Dari Januari hingga Maret 2026, keluarga Kekey harus tinggal di Palembang untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dan perawatan medis.
Melihat keadaan ini, PT TIMAH memberikan bantuan untuk meringankan biaya pengobatan keluarga tersebut. Dukungan ini diharapkan dapat membantu memastikan keberlanjutan perawatan Kekey.
Imam menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan kepada keluarganya. “Saya sangat berterima kasih kepada PT TIMAH atas bantuan dan dukungan yang diberikan kepada keluarga kami. Dukungan ini sangat penting untuk kelanjutan perawatan anak kami, Kekey,” katanya. (*)
(Sumber www.timah.com)







