Dalam kesempatan yang sama, usahanya menerima pesanan sebanyak 150 bungkus produk kemasan setengah kilogram.
“Alhamdulillah, orderan dari PT TIMAH sudah berkali-kali kami terima. Kali ini sangat membantu karena penjualan memang sedang turun,” ungkap Pipiet.
Ia menjelaskan, kondisi usaha saat ini cukup berat karena kenaikan harga bahan baku yang berdampak pada biaya produksi dan harga jual produk.
“Harga bahan baku naik sehingga harga jual ikut naik. Akibatnya daya beli masyarakat juga menurun dan omzet ikut berkurang,” jelasnya.
Meski demikian, Pipiet mengaku terbantu dengan berbagai program pembinaan yang diberikan PT TIMAH.
Menurutnya, perusahaan tidak hanya memberikan kesempatan pemasaran produk, tetapi juga memfasilitasi pelaku UMKM untuk mengikuti berbagai pameran dan bazar.
“Beberapa tahun lalu saya pernah diikutsertakan dalam bazar di Bandung. Selain itu juga sering ikut bazar di Sungailiat, Pangkalpinang, hingga kegiatan HUT PT TIMAH. Ini sangat membantu memperkenalkan produk kami,” katanya.
Melalui program pembinaan UMKM, PT TIMAH terus berupaya mendukung pertumbuhan usaha masyarakat dengan memberikan bantuan sarana usaha, promosi, hingga membuka akses pasar melalui penggunaan produk UMKM dalam berbagai kegiatan perusahaan.
Sundari dan Pipiet berharap program pemberdayaan UMKM yang dijalankan PT TIMAH dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi semakin banyak pelaku usaha.
“Semoga PT TIMAH semakin jaya, sukses, dan terus berkontribusi bagi masyarakat serta pelaku UMKM,” harap Sundari.
Senada, Pipiet berharap PT TIMAH terus membantu promosi dan pemasaran produk UMKM agar mampu bertahan di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan. (Rea)







