Langkah ini sejalan dengan target global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam penanganan perubahan iklim dan rehabilitasi ekosistem.
Akademisi sekaligus Ketua Yayasan Sayang Babel Kite, Indra Ambalika, menilai bahwa keseimbangan antara eksploitasi sumber daya alam dan rehabilitasi lingkungan adalah kunci keberlanjutan. “Pemanfaatan sumber daya alam penting untuk ekonomi, namun harus diiringi dengan upaya menjaga kualitas lingkungan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Camat Kundur Barat, Yusufian, yang menyebut program perusahaan telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam mengurangi abrasi dan melindungi kawasan pesisir.
Melalui berbagai inisiatif ini, PT TIMAH menunjukkan bahwa praktik pertambangan tidak harus bertentangan dengan kelestarian lingkungan, melainkan dapat berjalan seiring demi masa depan yang lebih berkelanjutan. (*







