Restu juga optimistis terhadap prospek bisnis perusahaan ke depan. Menurutnya, PT TIMAH tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada peningkatan profitabilitas dan pengembangan bisnis baru yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
“Ke depan yang terpenting bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi bagaimana meningkatkan keuntungan perusahaan. Potensi bisnis PT TIMAH masih sangat besar dan peluang untuk meningkatkan pendapatan terbuka lebar,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh karyawan untuk terus menjaga semangat, meningkatkan kompetensi, serta menjalankan seluruh aktivitas sesuai ketentuan yang berlaku demi mewujudkan kesejahteraan bersama.
Sementara itu, Ketua Ikatan Karyawan Timah (IKT), Riki Febriansyah, menyampaikan bahwa proses perundingan PKB yang berlangsung selama lebih dari satu tahun merupakan bentuk komitmen bersama untuk memperbaiki berbagai ketentuan yang selama ini menimbulkan multitafsir di lingkungan kerja.
Menurutnya, keberadaan PKB yang lebih jelas dan komprehensif diharapkan dapat menciptakan hubungan industrial yang lebih harmonis dan kondusif.
“Kami memandang serikat pekerja sebagai mitra strategis perusahaan. Pengurus IKT dan serikat pekerja berupaya memberikan pemikiran dan kontribusi terbaik agar menjadi kekuatan bagi perusahaan, bukan menjadi beban. Kami siap menjadi garda terdepan dalam mendukung keberlangsungan PT TIMAH,” katanya.
Riki menegaskan bahwa serikat pekerja memiliki tujuan yang sama dengan manajemen, yakni menjaga keberlanjutan perusahaan dan meningkatkan kesejahteraan karyawan.
“Kami terus beradaptasi dengan berbagai dinamika yang ada untuk menjaga keberlangsungan perusahaan. Tujuan kita satu, yaitu keberlangsungan perusahaan dan kesejahteraan karyawan,” tutupnya. (*)







