Example floating
Example floating
PT TIMAH

PT TIMAH dan PT Perusahaan Mineral Nasional Teken Perjanjian Perkuat Sinergi Strategis

138
×

PT TIMAH dan PT Perusahaan Mineral Nasional Teken Perjanjian Perkuat Sinergi Strategis

Sebarkan artikel ini
(Foto timah.com)

Ia mengungkapkan bahwa terak, yang selama ini hanya dianggap sebagai produk sampingan produksi, sebenarnya memiliki potensi ekonomi dan strategis yang signifikan. Melalui kerja sama dalam pengolahan terak dan mineral tanah jarang, material tersebut diharapkan dapat menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan dan negara.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyatakan bahwa kerja sama strategis ini merupakan bagian dari upaya untuk mengoptimalkan sumber daya alam negara demi kepentingan negara dan rakyatnya.

“Kami ingin mengelola kekayaan alam yang dimiliki bangsa ini untuk satu tujuan utama, yaitu kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat serta negara,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap diskusi, tetapi menghasilkan tindakan konkret dan berkelanjutan dalam mendukung pengolahan mineral strategis nasional.

Beberapa prioritas pengembangan yang akan diperkuat meliputi validasi teknologi, persiapan studi teknis dan komersial, penguatan aspek perizinan, dan keselamatan kerja.

Pandangan serupa juga diungkapkan oleh Chief Technology Officer Danantara, Sigit Puji Santosa, yang menganggap sektor unsur tanah jarang telah lama menjadi industri yang diabaikan karena belum memberikan nilai tambah optimal bagi negara.

“Kami ingin mendorong industri yang selama ini terabaikan. Mineral-mineral ini sebenarnya ada di sekitar kita, tetapi belum mampu memberikan nilai tambah maksimal bagi negara,” katanya.

Menurutnya, Danantara siap memfasilitasi berbagai kebutuhan percepatan proyek, termasuk dukungan perizinan dan penyelesaian hambatan dalam pengembangan hilir mineral strategis.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga cadangan mineral yang telah diidentifikasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan jangka panjang negara.

“Sejauh ini, banyak potensi REE (Rare Earth Elements) yang hilang tanpa dimanfaatkan secara optimal, padahal nilai strategisnya sangat besar untuk masa depan industri nasional,” ujarnya.

Baca Juga:  Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, PT TIMAH Gelar Upacara Serentak di Seluruh Wilayah Operasional

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi sekaligus Kepala BIM, Brian Yuliarto, menyatakan bahwa pengembangan REE dan hilir mineral strategis merupakan langkah penting dalam memperkuat industrialisasi nasional.

“Presiden telah menekankan bahwa Indonesia tidak lagi ingin mengekspor sumber daya alam dalam bentuk mentah. Oleh karena itu, hilirisasi merupakan langkah penting untuk meningkatkan posisi negara kita,” katanya.

Menurut Brian, pengembangan industri mineral strategis tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan perekonomian nasional, tetapi juga untuk membangun kepercayaan nasional sehingga Indonesia dapat berdiri sejajar dengan negara-negara maju di industri mineral kritis global.

“Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal kebanggaan nasional agar Indonesia dapat menjadi produsen mineral strategis bernilai tinggi dan bergabung dengan jajaran negara-negara maju di sektor mineral kritis,” katanya. (*)

(Sumber www.timah.com)

slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69