GERD adalah kondisi di mana isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan dan bahkan saluran pernapasan, menyebabkan gejala yang mengganggu dan dapat mengurangi kualitas hidup seseorang.
“Gejala umum GERD meliputi rasa panas di dada, regurgitasi dengan rasa asam atau pahit di mulut, nyeri dada, dan tenggorokan kering. Gejala-gejala ini dapat berkisar dari ringan hingga berat dan secara signifikan memengaruhi aktivitas sehari-hari,” jelas Dr. Tohari.
Ia mencatat beberapa faktor penyebab GERD, termasuk kebiasaan merokok, obesitas, konsumsi alkohol, stres atau kecemasan, dan pola makan tidak sehat seperti mengonsumsi makanan pedas, asam, berbahan dasar cokelat, makanan tinggi lemak, kopi, dan minuman berkarbonasi.
Lebih lanjut, Dr. Tohari menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda peringatan gangguan lambung, seperti kesulitan menelan, batuk terus-menerus, pendarahan, dan nyeri saat menelan. Jika gejala-gejala ini terjadi, individu disarankan untuk segera mencari pertolongan medis.
Untuk penanganannya, ia menekankan pentingnya perubahan gaya hidup, seperti penurunan berat badan bagi mereka yang obesitas, menghindari makanan dan minuman pemicu, tidak makan setidaknya tiga jam sebelum tidur, dan menghindari merokok dan alkohol.
Bagi individu dengan masalah lambung yang masih ingin mengonsumsi kopi, Dr. Tohari menawarkan beberapa tips, termasuk tidak minum kopi saat perut kosong, menghindari konsumsi kopi di malam hari, memilih jenis kopi yang lebih ramah bagi lambung, dan membatasi asupan tidak lebih dari satu cangkir per hari. (*)
(Sumber www.timah.com)







