Dedy Revandi membenarkan adanya warga yang tewas tertimpa pohon tumbang. “Kita mendapatkan informasi bahwa ada Pohon tumbang di Jalan selan depan SDN 42, Pangkalpinang yang menimpa pengendara yang menyebabkan keduanya meninggal dan 1 motor rusak berat,” ujarnya.
BPBD Kota Pangkalpinang bersama instansi dan Dinas terkait mengevakuasi pohon yang tumbang dan melakukan pembersihan terhadap pohon yang tumbang yang mana mengganggu arus lalu lintas di jalan.
“Kami membagi 30 personel BPBD untuk mengecek, karena pada saat yang bersamaan ini ada tujuh lokasi kejadian yang kami dapatkan informasinya melalui grup WA maupun call center kami,” jelasnya.
Dedi Revandi juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati saat menjalankan aktivitas. Sesuai dengan prediksi BMKG tanggal 21 Desember sampai dengan 31 Desember 2024, Pangkalpinang akan mengalami cuaca ekstrem seperti angin kencang dan hujan air intensitas lebat.
“Masyarakat Kota Pangkalpinang yang biasa beraktivitas di luar ruangan diminta berhati-hati karna hujan deras dan angin kencang ini bisa memicu timbulnya bencana seperti pohon besar tumbang,” katanya. (rea)







