Untuk mendukung pelayanan tersebut, PMI Babel menghadirkan dokter spesialis patologi klinik guna mendukung pemeriksaan laboratorium serta dokter spesialis penyakit dalam untuk membantu asesmen dan penegakan diagnosis.
“Pelayanan ini bukan hanya sekadar pemeriksaan kesehatan. Kami ingin masyarakat juga mendapatkan penjelasan mengenai kondisi kesehatannya, termasuk obat-obatan dan pengobatan yang tepat. Dengan demikian, pelayanan yang diberikan bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat,” kata Lingnawati.
Ia menyebutkan, kegiatan tersebut melibatkan 23 dokter spesialis, terdiri dari 15 dokter spesialis patologi klinik dan delapan dokter spesialis penyakit dalam. Pelayanan juga didukung lima tenaga analis teknologi laboratorium medis (ATLM).
Menurut Lingnawati, keterlibatan para dokter spesialis menjadi langkah awal bagi PMI Babel untuk mengembangkan pelayanan sosial kesehatan yang lebih berkualitas. Ke depan, PMI Babel berencana mengundang lebih banyak dokter spesialis dan menjalin kolaborasi dengan berbagai unit pelayanan kesehatan lainnya.
Ia menegaskan, pelayanan kesehatan idealnya tidak hanya berorientasi pada pengobatan setelah seseorang jatuh sakit, tetapi juga mengutamakan pencegahan melalui pemeriksaan rutin dan edukasi kesehatan.
“Kami berharap ke depannya pelayanan ini lebih mengarah pada pencegahan. Jangan sampai kita menunggu sakit terlebih dahulu, tetapi bagaimana kita bisa mendeteksi dan mencegah penyakit sejak awal,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pelayanan yang berlangsung sekitar tiga jam itu disambut antusias masyarakat. Warga menjalani pemeriksaan darah, kemudian berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis penyakit dalam.
Selain memperoleh konsultasi dan obat secara gratis sesuai hasil pemeriksaan dokter, warga yang mengikuti pelayanan kesehatan tersebut juga menerima bingkisan dari PDS PatKLIn. (*)







