SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Rabu mulai awal April 2026 guna efisiensi energi dan menjaga produktivitas.
“Mulai minggu depan WFH kita dilaksanakan pada hari Rabu. Jadi Senin, Selasa, Kamis dan Jumat kita bekerja secara hadir langsung. Sistem WFH ini kita laksanakan selaras dengan kebijakan penghematan BBM dan energi dari pemerintah pusat,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Rabu.
Khofifah menegaskan bahwa penerapan WFH bukan bentuk pelonggaran kerja, melainkan mekanisme kerja fleksibel yang tetap menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, serta produktivitas tinggi dari seluruh ASN.
“Dengan sistem WFH, pelayanan publik tidak boleh berkurang. Justru kinerja harus tetap optimal dan koordinasi harus semakin kuat. Sektor pelayanan publik tertentu tetap masuk penuh,” ujarnya.
Ia menjelaskan WFH dipilih dibandingkan Work From Anywhere (WFA) karena dinilai lebih efektif menjaga produktivitas ASN, sekaligus memungkinkan dukungan keluarga dalam memantau pelaksanaan kerja dari rumah.
Selain itu, hari Rabu dipilih sebagai waktu pelaksanaan WFH karena dianggap ideal dalam menjaga ritme kerja dan menekan potensi peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Berdasarkan perhitungan, rata-rata ASN Pemprov Jatim menempuh jarak sekitar 14 kilometer menuju kantor atau sekitar 28 kilometer pulang-pergi setiap hari, sehingga skema WFH satu hari dalam sepekan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi energi.
“Kalau WFH dilaksanakan hari Jumat ada kecenderungan libur panjang bahkan pulang kampung, rekreasi dan kegiatan lain yang menghabiskan BBM lebih banyak karena berlanjut dengan long weekend,” katanya.







