Menurutnya, keberanian Bagindo Aziz Chan dalam menghadapi penjajah merupakan teladan yang wajib diwariskan kepada generasi penerus. Semangat tersebut tercermin dalam semboyan legendarisnya, “Langkahi mayat saya dulu, baru Belanda boleh menguasai Kota Padang.”
“Beliau layak menyandang gelar Pahlawan Nasional karena keteguhan dan keberaniannya memperjuangkan kemerdekaan dengan tekad merdeka dan tetap merdeka. Jiwa perjuangan itulah yang harus diwariskan kepada seluruh anak bangsa, khususnya masyarakat Kota Padang,” katanya.
Maigus juga menilai tema peringatan tahun ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Padang untuk menjadikan Padang sebagai Kota Gastronomi Dunia. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu bergerak bersama dengan meneladani semangat persatuan yang dicontohkan Bagindo Aziz Chan.
“Nilai-nilai keberanian, pengorbanan, persatuan, dan cinta tanah air yang diwariskan Bagindo Aziz Chan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Padang sebagai Kota Gastronomi. Semoga semangat perjuangan beliau terus menginspirasi masyarakat Kota Padang untuk bersatu, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah,” tambahnya.
Usai memimpin upacara, Maigus bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Padang Sri Hayati Maigus Nasir dan rombongan melanjutkan rangkaian kegiatan dengan mengunjungi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan di Jalan Alang Laweh Koto IV Nomor 7, Kelurahan Alang Laweh, Kecamatan Padang Selatan. Kunjungan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa dan perjuangan salah satu putra terbaik Kota Padang. )***)
(Sumber harian singgalang)




