Kepala Dinas Kesehatan Babel dr. Andri Nurtito menjelaskan, kasus polio belum ditemukan di Babel namun rentan terjangkit karena anak di Babel belum 100 persen yang mendapatkan imunisasi polio. Kemudian belum semua anak dengan gejala polio di screening.
“Oleh karena itu, perlu diantisipasi penyebarannya karena sejak akhir tahun 2022 kasus polio ditemukan di Aceh, Jabar, Jateng, Jatim, serta terkini Papua Tengah, Papua Pengunungan dan Papua Selatan,” paparnya.
Ia juga menerangkan, status Polio hingga kini belum dicabut WHO. Penyebaran polio masuk melalui makanan dan minuman. Dari kasus lumpuh 5-10 persennya menyebabkan kematian.
“Untuk itu jangan lupa memastikan anak kita mendapatkan imunisasi Polio dan terus menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (imelda)
(Sumber Diskominfo)







