Menurut Erick, Indonesia harus memanfaatkan berbagai ajang olahraga internasional untuk memperkuat daya saing sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu, Direktur Utama InJourney Maya Watono menyebut MotoGP telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kawasan Mandalika. Berdasarkan catatan penyelenggaraan sebelumnya, event tersebut menghasilkan dampak ekonomi berkelanjutan hingga Rp4,9 triliun.
“Dampak ekonomi berkelanjutan dari MotoGP mencapai Rp4,9 triliun. Selain itu, event ini juga mendorong penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Maya.
Ia menjelaskan, salah satu capaian penting yang dihasilkan MotoGP adalah meningkatnya kualitas SDM lokal. Jika pada penyelenggaraan perdana tahun 2022 sebagian besar marshal masih berasal dari luar negeri, kini seluruh marshal telah diisi oleh masyarakat lokal yang memiliki kompetensi sesuai standar internasional.
“Kini seluruh marshal merupakan masyarakat lokal. Ini menunjukkan bahwa MotoGP tidak hanya menghadirkan balapan kelas dunia, tetapi juga meninggalkan warisan berupa peningkatan kualitas SDM di daerah,” katanya.
MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan kembali menjadi salah satu ajang olahraga internasional terbesar di Indonesia. Selain menghadirkan persaingan para pebalap terbaik dunia, event ini juga diharapkan terus memperkuat sektor pariwisata, membuka peluang ekonomi baru, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di kawasan Mandalika dan sekitarnya. (***)







