Masuk gim kedua, di poin-poin awal Jonatan terlihat relatif pegang kendali walaupun Alwi terus menguntit dengan intens. Kedua pemain juga berduel sengit sampai jatuh bangun dalam berebut poin. Jonatan unggul 11-9 pada saat interval.
Rentetan empat poin beruntun sempat membawa Jonatan unggul 14-9. Alwi tidak tinggal diam dan dengan gigih berusaha memangkas ketinggalan. Tapi gim ini akhirnya menjadi milik Jonatan dengan 21-14, usai Alwi gagal mengembalikan bola lewat net. Tiket final Korea Open 2025 ditentukan di gim ketiga!
Masuk gim penentu, Jonatan kembali leading lebih dulu dari Alwi. Tapi Alwi kemudian bisa menyamakan skor pada kedudukan 8-8 dan bahkan berbalik unggul usai bola pukulan Jonatan ternyata out. Tak mau kalah, Jonatan gantian merespons dan membuat skor kembali sama kuat, 9-9. Sengit!
Pada saat interval gim ketiga, Jonatan Christie unggul tipis 11-10 dari Alwi Farhan. Sejauh ini masih alot, poin-poin berikutnya akan menjadi penentu siapa yang berhak lolos ke partai final Korea Open 2025.
Selepas interval, Alwi terus memperlihatkan gaya mainnya yang eksplosif walaupun itu belum kuasa membendung laju Jonatan menambah poin demi poin. Kemenangan pun pada akhirnya menjadi milik Jonatan yang berhak maju ke partai puncak.
Satu tiket partai final tunggal putra lainnya masih akan diperebutkan antara unggulan pertama 1 Anders Antonsen (Denmark) dengan pemain Taiwan unggulan ketiga, Chou Tien-chen. (*)







