Lebih lanjut Ali menuturkan, saat ini kondisi perekonomian sedang terpuruk. Dengan dibukanya penambangan timah di perairan Tembelok – Keranggan, setidaknya berdampak positif untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat Mentok dan sekitarnya.
“UMKM dan nelayan juga senang karena ekonominya sangat terbantu. Pasar yang selama ini sepi, sekarang ini kembali ramai. Bahkan ada penambang yang belanja barang yang agak bagus atau bermerek berangkat ke Pangkalpinang, karena di Mentok nggak ada yang jual. Artinya, ekonomi menjadi lebih baik,” tuturnya.
Ali juga mengucapkan banyak terimakasih kepada penegak hukum yang tidak melakukan penindakan dan penertiban terhadap para penambang timah di perairan Tembelok – Keranggan.
“Aparat bukannya tidak berani menindak penambang yang kerja ilegal ini. Tapi kami yakin mereka berfikir secara bijak, penambangan timah di Tembelok – Keranggan ini telah memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Yang penting situasi di lapangan kondusif,” kata dia.
Peningkatan Ekonomi Masyarakat
Ali melanjutkan, dibukanya penambang timah di perairan Tembelok – Keranggan telah menciptakan sumber pendapatan bagi nelayan dan masyarakat sekitar.
“Ini bisa dilihat sendiri, berapa banyak warung-warung dadakan yang buka di sini? Tukang ojek perahu dan speed lidah yang antar jemput penambang ke ponton juga dapat rezeki. Mereka semua merasa terbantu secara ekonomi,” imbuhnya.
Ali berharap situasi tetap kondusif, sehingga masyarakat bisa bekerja dengan tenang dan hasilnya bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Hal itu diakui Surma, warga asli Mentok Asin. Sejak 3 hari lalu emak-emak ini buka warung di tepian pantai Tembelok. Dari pagi sampai malam, pendapatan dari keuntungannya jualan mie instan, kopi dan air mineral cukup lumayan.
“Kalau bukanya dari pagi sampai malam. Sangat terbantu kalau TI di sini buka, kami bisa jualan. Alhamdulillah, bisa nambah-nambah duit belanja untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya. (Romlan)







