Kerusakan juga melumpuhkan fasilitas umum dan pelayanan dasar. Tercatat 153 rumah ibadah, 66 fasilitas kesehatan, 28 kantor layanan publik, serta 170 sekolah mengalami kerusakan.
Pada sektor sarana prasarana vital, bencana merusak 172 unit jalan, 46 jembatan, serta 135 fasilitas telekomunikasi, sehingga distribusi bantuan ke daerah terdampak menjadi terhambat.
Total kerugian diperkirakan mencapai Rp1.831.971.691.355, dengan rincian kerugian perumahan mencapai Rp499,8 miliar, pelayanan dasar Rp43,5 miliar, sektor sosial ekonomi Rp1,08 triliun, dan kerusakan sarpras vital Rp201,5 miliar. Pada sektor pertanian, kerusakan meliputi 6.749 hektare sawah, 6.713 hektare lahan, 1.031 hektare kebun, serta 10.486 hektare kolam budidaya.
Pemerintah Provinsi Sumbar bersama BNPB, TNI, Polri, Basarnas, dan lembaga terkait terus mempercepat proses pencarian korban hilang, penyaluran bantuan logistik, serta perbaikan akses yang terputus.
Meski demikian, sejumlah daerah masih berada dalam status tanggap darurat. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan. (*)







