“Seluruh data hisab dan hasil rukyat nantinya akan dibahas dalam sidang isbat sebelum ditetapkan secara resmi oleh Menteri Agama,” ujar Arsad.
Secara umum, sidang isbat dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu pemaparan data posisi hilal, penerimaan laporan hasil rukyatulhilal, sidang penetapan tertutup, serta pengumuman hasil melalui konferensi pers.
Sidang ini akan dihadiri Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama, perwakilan DPR RI, pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Tim Hisab Rukyat Kemenag, perwakilan organisasi masyarakat Islam, serta para duta besar negara sahabat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah. Sidang isbat adalah mekanisme resmi penetapan awal Ramadan di Indonesia,” pungkas Arsad.
Versi Pemerintah
Mengacu pada Kalender Hijriah 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Jika prediksi tersebut terkonfirmasi, maka umat Islam di Indonesia diperkirakan mulai menjalankan ibadah puasa pada pekan ini.
Meski demikian, penetapan awal Ramadan tetap menunggu hasil sidang isbat. Karena itu, keputusan resmi mengenai awal puasa Ramadan 2026 baru akan diumumkan setelah sidang isbat pada 17 Februari 2026 selesai dilaksanakan.(*)
(Sumber detiknews)







