Example floating
Example floating
PEMPROV BABEL

Keluarga Pasien RSJ Enggan Menerima Saudaranya yang Tidak Perlu Lagi Rawat Inap

29
×

Keluarga Pasien RSJ Enggan Menerima Saudaranya yang Tidak Perlu Lagi Rawat Inap

Sebarkan artikel ini

SUNGAILIAT – Beberapa pegawai Rumah Sakit Jiwa dr Samsi Jocobalis Sungailiat mengeluhkan adanya keluarga pasien tidak mau menerima keluarga mereka yang tidak perlu lagi dirawat inap di sana. Padahal si pasien yang memperlihatkan gejala sembuh itu sudah beberapa tahun berada di sana.

Keluhan ini disampaikan pegawai tersebut kepada Penjabat Gubernur Babel Safrizal ZA yang berkunjung ke sana Rabu (28/2/2024). Pj Gubernur saat itu didampingi Pj Bupati Bangka M Haris AR.,AP.,MH, Kepala Dinas Kesehatan Babel dr.H.Andri Nurtito.,MARS, Direktur RSJD dr.Ria Agustine dan Direktur RSUD (HC) Ir. Soekarno dr. Ira Ajeng Astried.

Selain masalah pasien yang seharusnya bisa dirawat jalan tapi tidak diterima keluarga dan lingkungannya itu, pegawai RSJ ini juga menyampaikan tentang kesejahteraan pegawai yang bekerja di sana.

Menanggapi itu, Pj Gubernur Babel Safrizal mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi Bupati atau Walikota agar pasien yang sudah boleh keluar nanti bisa masuk ke panti rehabilitasi dan di situ ada pelatihan-pelatihan pekerjaan sederhana yang bisa dilakukan. “Setelah selesai rahabilitasi baru dikembalikan ke rumah atau keluarganya,” ujarnya.



Pj Gubernur Babel ini datang berkunjung ke RSJ untuk melihat kesiapan rumah sakit tersebut sehubungan akan diadakannya Nota Kesepakatan dan Rencana Kerja (NKRK) dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr. H.Marzoeki Mahdi milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Pada kesempatan itu, Safrizal dan rombongan dengan dipandu Direktur RSJD dr. Ria Agustine, Safrizal berkeliling RSJ untuk meninjau fasilitas dan sarana apa saja yang ada serta menyempatkan diri membesuk dan menyapa beberapa pasien.

Pada kesempatan tersebut, Safrizal meminta agar para pegawai dan dokter-dokter menyampaikan aspirasinya. Beberapa diantaranya menyampaikan tentang kesejahteraan pegawai di RSJ dan permasalahan pasien RSJ.

Merespon hal ini, Safrizal mengatakan mengingat anggaran/dana tidak berlebih, hendaknya memprioritaskan terlebih dahulu seperti pengadaan sarana yang tidak boleh ditunda dan tergantung tingkat urgensinya.

Di kesempatan yang sama, Safrizal mengutarakan bahwa ia ingin Bangka Belitung ini baik dalam segala hal. Untuk itu tidak bisa sendirian, maka kita mesti berbagi beban dan tanggung jawab.

“Saya berusaha memenuhi tanggung jawab saya, dan Bapak/Ibu sekalian juga memenuhi tanggung jawab kinerjanya. Bahwa kita belum sempurna, memang sempurna itu bukan milik kita. Kalau kita gaung matematis yang penting kita bisa memenuhi semua indikator dan semangat untuk mencapainya, itu sudah cukup,” tegasnya. (**)

Sumber Diskominfo

Baca Juga:  Purnapraja IPDN Angkatan 29 Dilantik jadi PNS