“Kita telah melakukan koordinasi dengan Balai Jalan untuk menurunkan alat berat dalam membersihkan material tanah longsor,” katanya.
Budi mengakui bahwa tanah longsor yang menimbun jalan provinsi itu akibat curah hujan cukup tinggi yang melanda Agam semenjak Sabtu sore.
BPBD Agam masih mendata bencana alam dampak dari curah hujan cukup tinggi di beberapa kecamatan. Namun, ia mengimbau warga dan pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melewati daerah rawan tanah longsor dan banjir.
“Ini harus dilakukan agar tidak menjadi korban saat melewati daerah rawan bencana,” katanya. (ant)







