Selain memperkenalkan berbagai atraksi kesenian Tionghoa, kegiatan ini juga membawa berkah bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kota Pangkalpinang. Tidak hanya berbagai kuliner khas Tionghoa dihadirkan pelaku UMKM tapi makanan makanan khas Melayu.
Menurut Irma Mutiah Sari, Festival Kampung Bintang ini menjadi sarana untuk menampilkan kekayaan budaya Tionghoa yang telah lama hidup berdampingan dengan budaya Melayu di Pangkalpinang.
“Festival Kampung Bintang ini kita laksanakan dalam rangka Chengbeng. Kita ingin mengangkat budaya Chinese atau Tionghoa yang ada di Kota Pangkalpinang sekaligus memperkuat citra kota sebagai kota toleransi,” ujar Irma.
Perayaan Chengbeng, katanya, identik dengan tradisi pulang kampung masyarakat Tionghoa. Dan untuk menyambut kedatangan tersebut dihadirkan festival melalui sajian kuliner khas dan suasana kampung untuk menarik kunjungan wisatawan ke Pangkalpinang.
Lebih lanjut, Irma mengapresiasi semua pihak yang telah berupaya dan berjuang keras agar dapat terlaksananya festival di hari ini. “Berkat kerjasama yang baik bisa festival dapat terwujud,” ujar Irma.
Selain itu, Festival ini juga diikuti banyak UMKM, tentu bertujuan sebagai penggerak ekonomi di Kota Pangkalpinang.
Ia pun berharap, melalui kegiatan ini, keharmonisan antarbudaya di Pangkalpinang semakin kuat dan citra kota sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dapat terus terjaga. (ssb)







