PANGKALPINANG — HUB UMK Bangka Belitung memperkuat sinergi dengan BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) terhadap risiko bencana.
Kolaborasi ini ditandai melalui audiensi yang digelar pada Senin (6/4/2026) di Kantor BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pengajuan kerja sama oleh HUB UMK Babel sebagai bagian dari komitmen memperkuat kapasitas UMK, tidak hanya dalam pengembangan usaha, tetapi juga dalam menghadapi kondisi darurat.
Audiensi dihadiri oleh Penyuluh Bencana BPBD, Chomsatul Ichwan Nurrahman, S.H., serta Penata Penanggulangan Bencana, Mursalin, S.Sos., bersama tim dari HUB UMK Bangka Belitung. Diskusi berlangsung konstruktif dengan fokus pada penguatan kolaborasi ke depan.
BPBD Kepulauan Bangka Belitung mengapresiasi langkah HUB UMK Babel yang telah mengintegrasikan aspek mitigasi bencana dalam program pembinaan UMK. BPBD juga menyatakan kesiapan untuk mendukung melalui edukasi dan pelatihan yang aplikatif serta berkelanjutan.
Chomsatul Ichwan Nurrahman, S.H., menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan pelaku UMK. “Melalui pelatihan yang terstruktur, diharapkan peserta mampu memahami prosedur evakuasi korban secara tepat serta memiliki respons yang cepat dan terkoordinasi saat menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Mursalin, S.Sos., yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat dalam penanganan awal pascabencana. “Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman praktis kepada peserta, khususnya dalam melakukan evakuasi korban pasca kebakaran secara aman dan sesuai prosedur,” katanya.
HUB UMK Babel menegaskan bahwa penguatan kapasitas pelaku UMK tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas dan daya saing, tetapi juga mencakup ketahanan terhadap berbagai risiko yang dapat mengganggu keberlangsungan usaha.







