Sementara di bidang ketertiban umum dan kebencanaan, berbagai upaya penegakan perda serta aksi penyelamatan warga juga terus dilakukan.
Meski demikian, Saparudin mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, di antaranya penurunan nilai investasi serta perlunya peningkatan kepesertaan jaminan ketenagakerjaan. “Hal ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Pangkalpinang, karena diharapkan peningkatan nilai investasi akan berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat,” ungkapnya.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, pemerintah terus mendorong inovasi melalui sejumlah program, mulai dari pelatihan kerja, festival ekonomi kreatif, hingga pengelolaan sampah berbasis kolaborasi dengan daerah lain dan sektor swasta.
Berbagai capaian juga berhasil diraih sepanjang 2025, di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK serta sejumlah penghargaan di tingkat nasional.
Menutup penyampaiannya, Saparudin menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan daerah. “Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam proses penyelenggaraan pemerintahan masih terdapat berbagai kendala dan tantangan, namun kami berkomitmen untuk terus melakukan pembangunan guna memajukan Kota Pangkalpinang,” tegasnya. (kbc)







