Example floating
Example floating
PEMPROV BABEL

Gubernur Minta Pelabuhan Sadai Tak Ditutup, Khawatir Biaya Logistik Melonjak

14
×

Gubernur Minta Pelabuhan Sadai Tak Ditutup, Khawatir Biaya Logistik Melonjak

Sebarkan artikel ini
Foto : Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani.

PANGKALPINANG — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, angkat bicara terkait kerusakan Pelabuhan Sadai di Kabupaten Bangka Selatan yang mengalami amblas pada fasilitas jembatan penghubung dermaga menuju kapal.

Hidayat meminta pemerintah dan pihak terkait tidak terburu-buru menghentikan seluruh aktivitas pelabuhan tanpa menyiapkan skema alternatif bagi distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

Menurutnya, Pelabuhan Sadai merupakan salah satu jalur transportasi laut yang memiliki peran strategis dalam menunjang kebutuhan masyarakat, khususnya konektivitas menuju Belitung.

“Jangan asal tutup dua bulan langsung menghentikan. Harus ada persiapan, ada alternatif bagaimana. Karena ini vital bagi Belitung dan masyarakat,” kata Hidayat Arsani, Selasa (30/6/2026).

Ia menilai, pengalihan seluruh aktivitas ke pelabuhan lain, seperti Pelabuhan Pangkal Balam, justru berpotensi meningkatkan biaya logistik karena jarak tempuh yang lebih jauh.

Menurut Hidayat, kondisi tersebut akan berdampak pada operasional angkutan barang yang harus menempuh perjalanan lebih panjang.

“Kalau angkutan 10 ton mungkin dikurangi dulu jadi 5 ton. Tapi dari Tanjung Ru ke Pangkal Balam itu berat, perjalanan jauh, biaya juga akan bertambah,” ujarnya.

Hidayat mengatakan, Pelabuhan Sadai masih berpeluang tetap dioperasikan secara terbatas dengan mempertimbangkan aspek keselamatan serta kemampuan fasilitas yang masih layak digunakan.

Untuk memastikan kondisi sebenarnya, ia mengaku akan turun langsung ke lokasi bersama pihak terkait.

“Saya besok mungkin ke sana, mengantar Dewan Provinsi untuk melihat langsung bagaimana keadaannya,” ungkapnya.

Terkait estimasi kebutuhan anggaran perbaikan yang mencapai sekitar Rp1,3 miliar, Hidayat meminta dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap perencanaan sebelumnya.

Menurutnya, analisis teknis harus diperbaiki agar kerusakan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

“Kalau anggarannya kurang, kenapa bisa terjadi? Berarti analisis awal harus dievaluasi. Jangan sampai salah perhitungan,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemprov Babel Gelar Lomba MTQ Korpri 2026

Ia juga menambahkan, apabila kerusakan tersebut telah masuk kategori darurat, pemerintah perlu memanfaatkan mekanisme percepatan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Yang penting pelayanan masyarakat jangan sampai terganggu,” katanya.

Diketahui, Pelabuhan Sadai mengalami kerusakan pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Kerusakan terjadi pada Moveable Bridge (Ramp MB) atau jembatan bergerak yang menjadi akses utama kendaraan menuju kapal.

Insiden itu terjadi saat proses pemuatan kapal rute Sadai–Tanjung Gading. Ketika kendaraan terakhir memasuki kapal, bagian jembatan tiba-tiba mengalami amblas.

Berdasarkan dugaan sementara, kerusakan dipicu oleh faktor usia konstruksi serta korosi akibat paparan lingkungan laut. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil evaluasi teknis yang tengah dilakukan, termasuk pemeriksaan terhadap kondisi struktur dan beban yang diterima. (Rea)

Tinggalkan Balasan

slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69