Dengan selesainya perbaikan jembatan tersebut, Mahyeldi berharap, arus orang dan barang dari dan menuju Kabupaten Pesisir selatan dapat kembali normal meskipun belum senyaman sebelumnya.
Dikatakannya, perbaikan jembatan labuhan tersebut baru bersifat sementara atau belum permanen. Untuk lebih sempurnanya, sambung Gubernur, ke depan akan dilakukan perbaikan kembali oleh BPJN dan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V, karena memang targetnya saat ini adalah jembatan tersebut bisa dilalui masyarakat dengan aman dalam waktu singkat.
“Itu belum selesai 100 persen, hanya untuk sementara, yang penting bisa dilalui kendaraan. Karena untuk penanganan bencana, salah satu hal yang paling penting adalah terbukanya akses,” terang Mahyeldi.
Terakhir Mahyeldi berharap, sinergitas lintas instansi seperti ini dapat terus terjaga di Sumbar. Apalagi, ditengah situasi bencana dimana banyak urusan yang mesti mendapat solusi cepat namun tidak bisa diselesaikan jika hanya dikerjakan oleh satu instansi saja. (rn/ms/adpsb/busan)
sumber mimbarsumbar







