“Gedung ini dibangun tidak lebih dari empat bulan saja. Alhamdulillah, tentunya gedung ini dibangun untuk menjaga lambang negara Indonesia, yaitu bahasa Indonesia,” tuturnya.
Dijelaskannya juga bahwa bahasa Indonesia sekarang sudah setara dengan bahasa internasional karena telah ditetapkan sebagai bahasa resmi.”Hanya ada sepuluh bahasa di dunia yang ditetapkan sebagai bahasa resmi oleh UNESCO, salah satunya yaitu bahasa Indonesia,” ucapnya.
Di akhir sambutannya, ia juga menyampaikan bahwa berbagai program telah dilaksanakan oleh Kantor Bahasa, di antaranya mencetak buku-buku bacaan bermutu yang telah dibagikan ke sekolah-sekolah di Babel. Selain itu, Kantor Bahasa juga memberikan bantuan kepada komunitas literasi dan komunitas sastra.
Berbagai rangkaian acara juga dilakukan, yaitu penandatanganan prasasti peresmian gedung, penandatanganan dan penyerahan prasasti Trigatra Bangun Bahasa ke tiga sekolah, serta penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan perguruan tinggi yang disaksikan langsung oleh Gubernur. Pada kesempatan sama juga dilakukan serah terima jabatan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Muhammad Irsan periode 2022–2026 kepada Kepala Kantor Bahasa yang baru, Afriyendi Gusti.
Di akhir acara, dilakukan pemotongan pita oleh Gubernur didampingi Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Babel. Ini juga pertanda dibukanya pintu bagi kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas literasi, dan masyarakat. (**)
(Sumber Biro Adpim)







