Hidayat juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas dan kondusivitas politik di Bangka Belitung dengan menjunjung tinggi nilai politik santun, beradab, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
“Politik itu hakikatnya membangun dan menyejahterakan. Perbedaan warna bendera adalah dinamika demokrasi, namun persatuan demi kemajuan Bangka Belitung adalah harga mati,” tegasnya.
Sementara Zainul Munasichin menyampaikan, PKB hadir bukan hanya sebagai partai politik elektoral, tetapi sebagai kekuatan moral yang berpihak kepada rakyat dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
“PKB tidak boleh hanya menjadi peserta pemilu, tetapi harus menjadi kekuatan politik yang memimpin perubahan dan memikul tanggung jawab kebangsaan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama partai politi
“Tanpa udara manusia tidak bisa hidup, tanpa kepercayaan partai akan selesai. PKB harus terus menjaga kepercayaan dan menawarkan jalan keluar bagi persoalan masyarakat,” katanya.
Ketua DPW PKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bertu Merlas, menegaskan kesiapan PKB untuk melahirkan pemimpin eksekutif dan memenangkan kontestasi politik ke depan.
“Kami mengajak seluruh kader dan loyalis PKB di Bangka Belitung untuk terus membangun, memelihara soliditas, dan memenangkan PKB pada pemilu yang akan datang,” ujarnya. (*)







