Ia berharap konferensi ini mendorong kolaborasi global dan menawarkan solusi bagi tantangan ekonomi umat.
Pakar wakaf Mesir, Moustafa Desouky Kasba menilai Sumbar memiliki peluang besar mengembangkan wakaf modern. Ia menawarkan Sumbar belajar dari pengalaman negara Arab yang telah mengelola wakaf selama ratusan tahun, termasuk model Al Azhar. “Wakaf adalah kekuatan sosial dan ekonomi jangka panjang. Kami siap berbagi pengalaman untuk pengelolaan yang aman, produktif, dan sesuai tuntunan syariah,” kata Moustafa.
Ia menutup sambutan dengan ucapan terima kasih kepada Mahyeldi dan masyarakat Sumbar atas sambutan hangat yang diterima para peserta. (*)
(Sumber hariansinggalang.co.id)







