Dengan adanya bantuan alat pertanian ini juga akan membantu optimalisasi lahan yang saat ini sekitar 140 hektare di Desa Kimak meningkat menjadi lebih dari 200 hektare, selain untuk menambah jumlah lahan melalui program tambal luas lahan baru seluas 1.500 hektare se-Babel. Hal inilah menurut Safrizal perlu dukungan dan kerja semua pihak agar semua target yang dicanangkan dapat terpenuhi, apalagi Indonesia dihadapkan dengan fenomena El Nino yang akan mempengaruhi jumlah produksi.
“Ini semua supaya lahan yang masih ada di sini tetap terpelihara sebagai lahan sawah, karena lama-lama kalau tidak dipelihara akan terdesak oleh tanaman lain. Ayo bersama-sama turun ke pertanian, baik padi ataupun holtikultura lain, karena lahan di sini baik, subur, kalau ini dikerjakan akan produktif sekali sebagai sumber pendapatan. Saya kira pemprov, pemkot, kementerian siap membantu yang ingin terjun ke dunia pertanian,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BSIP Kementerian Pertanian Fadjry Djufry menyebutkan, percepatan tanam dalam rangka antisipasi darurat pangan di Kep. Babel dilaksanakan sesuai tindaklanjut kehadiran Pj Gubernur Safrizal menemui Mentan, juga berdasarkan instruksi Presiden secara nasional yang menghendaki adanya antisipasi darurat pangan. Untuk di Babel sendiri, katanya akan digarap lahan seluas 23 ribu hektare, melalui pemanfaatan 3 program yakni optimalisasi lahan rawa, optimalisasi lahan tadah hujan, dan pemanfaatan padi gogo di sela lahan perkebunan.
“Kita akan dampingi para petani, nanti akan ada alat tanam, pengolahan tanah, dan alat panen, sehingga kita bisa optimalkan lahan yang ada. Di sini tinggal dilakukan perbaikan saluran, sehingga bisa 1 atau 2 kali tanam. Mudah-mudahan Babel bisa berkontribusi secara nasional terkait produksi padi nasional kita,” kata Fadjry. (Rangga)
Sumber Diskominfo







