Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan sertifikat, uang pembinaan, serta hadiah khusus, termasuk bagi pendukung paling semarak. Untuk menjamin kualitas, dewan juri independen dari Dewan Kesenian Kota Palembang bersama para pemangku adat dilibatkan, bahkan memberikan coaching clinic kepada para peserta.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Walikota Palembang Bidang Keuangan, Pendapatan, Hukum & HAM, Edison. Ia menegaskan bahwa festival ini tidak sekadar lomba, melainkan juga ruang edukasi budaya bagi generasi muda.
“Bukan hanya soal siapa juara, tetapi bagaimana anak-anak muda kita bangga dengan warisan budayanya sendiri,” kata Edison.
Ia juga mengajak agar unsur budaya lokal lebih sering ditampilkan dalam berbagai kegiatan masyarakat maupun pemerintahan, seperti Syarofal Anam dan Tari Tepak Sirih. Dengan begitu, budaya Palembang tidak hanya bertahan, tetapi juga kembali berjaya di tanah kelahirannya. (*)
(Sumber hariansinggalang.co.id)


