PANGKALPINANG — Meski mendukung rencana pembangunan rencana Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Babel untuk membangun Rumah Sakit Jantung dan Stroke yang dilaksanakan sampai kondisi keuangan daerah membaik, namun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak menyetujui dana pembangunannya hasil pinjaman.
“Pada dasarnya kita mendukung rencana Pembangunan rumah sakit khusus jantung dan stroke. Kita menolak jika pembangunannya harus membebani APBD melalui skema pinjaman, mengingat kondisi fiskal daerah saat ini sedang tidak ideal,” ujar Ketua DPRD Babel, Didit Sri Gusjaya.
Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan hal tersebut kepada wartawan usai memimpin rapat bersama anggota Badan Anggaran, Senin (3/8/2026).
Menurut Didit Sri Gusjaya, DPRD menyarankan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung untuk lebih agresif menagih hak keuangan daerah yang masih tertahan di pemerintah pusat daripada mengambil risiko menambah utang daerah.







