Syarifah menjelaskan, beberapa aspirasi yang diusulkan masyarakat salah satunya adalah urusan yang menyangkut dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Diantaranya, aset-aset milik provinsi atau pusat yang ada di Air Saga, namun tidak bisa dimanfaatkan.
Selain itu, usulan lampu pandu nelayan dan lain-lainnya. “Tadi langsung kami follow up, kebetulan ibu Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bergabung bersama kita maka kami langsung tersambung dengan pihak eksekutif,” imbuhnya.
Politisi PPP itu menambahkan, isu pengembangan pariwisata juga mengemuka, seiring dengan status Bandara Belitung sebagai bandara internasional yang belum diimbangi dengan jumlah event yang terkonsolidasi.
“Ada juga aspirasi untuk pariwisata Belitung lebih digiatkan lagi, karena kan sudah bandara internasional, tetapi event-event belum terlalu banyak yang terkonsolidasi. Sebenarnya inisiatifnya sudah banyak, tetapi belum berhasil kita himpun,” pungkasnya.
Kemudian ia menyampaikan, adanya diskusi mengenai masa depan tata kelola timah sebagai salah satu sektor strategis di Bangka Belitung. “Pentingnya optimalisasi sisa kejayaan timah demi kesejahteraan masyarakat serta transisi menuju ekonomi hijau dan ekonomi biru,” tandasnya. (*)







