UBB (realita.news) – Pantai merupakan salah satu aset alam yang paling berharga di Indonesia, dengan keindahannya yang memikat jutaan wisatawan setiap tahunnya. Namun, di balik pesona pasir putih dan air laut biru, tersembunyi ancaman besar yang mengintai kehidupan laut dan keberlanjutan ekosistem, yaitu sampah.
Sampah plastik dan limbah lainnya telah menjadi masalah serius yang merusak keindahan pantai dan mengancam kehidupan biota laut. Kondisi seperti ini terlibat di banyak pantai di Bangka Belitung tidak terkecuali Pantai Kuala ini berada tepat di bawah Jembatan Emas. Pantai ini berlokasi di perbatasan Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Aksi bersih pantai adalah salah satu upaya nyata yang dapat kita lakukan untuk menjaga kelestarian pantai dan melindungi ekosistem laut. Inisiatif ini tidak hanya melibatkan pemerintah dan organisasi lingkungan, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, komunitas, hingga wisatawan. Melalui aksi bersih pantai, kita tidak hanya membersihkan sampah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan bagi generasi mendatang.
Dalam menghadapi tantangan global perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan, menjaga kebersihan pantai menjadi semakin mendesak. Pantai yang tercemar tidak hanya mengurangi daya tarik pariwisata, tetapi juga mengancam kehidupan laut seperti ikan, penyu, dan burung laut yang sering terjerat atau memakan sampah plastik. Mikroplastik yang dihasilkan dari degradasi sampah plastik bahkan telah ditemukan dalam jaringan hewan laut dan berisiko masuk ke rantai makanan manusia.
Selain itu, ekosistem pantai yang sehat berfungsi sebagai penahan alami terhadap badai dan erosi. Vegetasi pantai, seperti mangrove dan rumput laut, membantu menyerap karbon dioksida dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Oleh karena itu, kita harus menjaga kebersihan pantai adalah langkah penting dalam melindungi ekosistem laut, mendukung keberlanjutan lingkungan, dan menjaga kesehatan serta kesejahteraan manusia. Pantai juga merupakan salah satu ekosistem yang rentan terhadap pencemaran sampah, terutama plastik. Sampah yang menumpuk di pantai tidak hanya merusak keindahan alam, tetapi juga berdampak negatif bagi kehidupan laut. Oleh karena itu, kegiatan membersihkan sampah di pantai menjadi langkah penting untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Kita harus percaya bahwa menjaga kebersihan pantai bukan hanya saja tugas pemerintah atau komunitas tertentu, tetapi tentu ini menjadi kewajiban bersama.
Setiap orang yang menikmati keindahan pantai harus memiliki kesadaran untuk tidak meninggalkan jejak sampah. Bahkan lebih dari itu, kita juga harus aktif terlibat dalam aksi bersih-bersih, mengedukasi masyarakat, dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang berkontribusi besar terhadap pencemaran laut. Jika setiap orang ingin melakukan bagian mereka, sekecil apa pun, pantai kita akan tetap indah dan ekosistem laut akan terjaga.
Aksi bersih-bersih pantai bukan hanya kegiatan sekali waktu, tetapi harus menjadi budaya dan kebiasaan yang terus dilakukan demi masa depan bumi yang lebih sehat dan lestari.
Oleh karena itu, peran kita sebagai mahasiswa juga penting bagi pelestarian lingkungan dengan cara melakukan aksi bersih-bersih. Salah satunya dengan melakukan pemungutan sampah di titik-titik yang tersebar sampah terkhusus daerah wisata pantai untuk menjaga kelestarian ekosistem laut dan menjaga kenyamanan bagi pengunjung pantai.
Oleh karena itu mahasiswa FH UBB melakukan aksi bersih-bersih yang bekerjasama dengan BEM KM UBB dan Duta Pepelengasih Pangkal Pinang pada Hari Sabtu, 22 Febuari 2025 di daerah Pantai Kuala Jembatan Emas.
Dalam kegiatan aksi tersebut, para mahasiswa dan peserta aksi berhasil mengumpulkan sekitar 600 Kg sampah yang terdiri dari plastik, kaca, dan limbah lainnya.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan lingkungan, tetapi juga mengedukasi masyarakat sekitar dan pengunjung tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai. Aksi ini menjadi contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dan dapat dilakukan dengan langkah-langkah sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan.







