Sementara, Ketua SC Ijtima Ulama yang juga merupakan Ketua MUI Bidang Fatwa K.H. Asrorun Niam Sholeh menyampaikan bahwa Ijtima Ulama adalah forum permusyawaratan lembaga fatwa se-Indonesia yang membahas berbagai masalah strategis kebangsaan dengan pendekatan keagamaan.
“Ulama adalah pemilik saham terbesar bangsa ini, keberadaan negara dan bangsa ini adalah hasil perjuangan tetesan darah para syuhada hasil ijtihad dan juga jihad dari para ulama kita,” ungkapnya.
Forum ini, lanjut Asrorun Niam, adalah forum rutin tiga tahunan yang pertama kali digelar pada tahun 2003, dan tahun ini diikuti oleh 650 peserta yang terdiri dari berbagai lembaga fatwa negara sahabat, pimpinan pondok pesantren, lembaga keuangan syariah, serta ahli dan peneliti syariah dan hukum Islam.
“Diharapkan forum dan juga hasilnya menjadi ijma wathoni, menjadi konsensus nasional ijma Ulama Indonesia ijma Al Ulama Al Indonesi, konsensus ulama nasional di dalam menyikapi dan juga merespon permasalahan kebangsaan, baik skala nasional global maupun regional,” imbuhnya.
Sedangkan Pj. Gubernur Kepulauan Babel Safrizal Zakaria Ali berharap rumusan fatwa Ijtima’ Ulama ini dapat disosialisasikan lebih intensif terutama di media sosial, sehingga media sosial di Indonesia khususnya di Kepulauan Babel lebih banyak dihiasi dengan tausiyah dan tuntunan islami kepada masyarakat khususnya generasi muda.
“Sosialisasi ini setidaknya dapat menghambat laju kemerosotan nilai-nilai agama,” harapnya.
Sebagai informasi, rangkaian acara Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII ini berlangsung dari tanggal 28 sampai dengan 31 Mei 2024. Sebelum pembukaan acara yang digelar hari ini, telah diselenggarakan sesi-sesi pleno yang memberikan perspektif dalam penguatan pada tema “Fatwa: Panduan Keagamaan untuk Kemaslahatan Bangsa”.
Selain Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin, hadir mendampingi Wapres dalam acara ini Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono W.S., Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Staf Khusus Wapres Bidang Umum Masykuri Abdillah, Staf Khusus Wapres Bidang Politik dan Hubungan Kelembagaan Robikin Emhas, Tim Ahli Wapres Johan Tedja dan Farhat Brachma, serta Ketua Badan Amil Zakat Nasional Noor Achmad.
Sumber SK/RJP-BPMI, Setwapres







