Keunggulan itu justru membuat penampilan Belanda mengendur dan Maroko meresponnya dengan tampil semakin menekan hingga akhirnya Diop berhasil menyamakan kedudukan dengan mengkonversi umpan Chemsdine Talbi pada menit pertama waktu tambahan babak kedua, memaksa laga dilanjutkan ke babak tambahan waktu.
Duel fisik kian memanas pada babak tambahan waktu dan Maroko sejatinya lebih berpeluang mencetak gol melalui Sofiane Rahimi jika saja Verbruggen tak sigap mengamankan gawangnya. Skor 1-1 bertahan hingga babak tambahan waktu kedua berakhir, memaksa pemenang ditentukan lewat adu penalti.
Teun Koopmeiners yang maju sebagai penendang pertama sukses membawa Belanda memimpin dan mereka mendapat angin segar ketika eksekutor pertama Maroko Aynaoui mendapati bola tendangannya menghantam mistar gawang.
Namun, eksekutor kedua Belanda Justin Kluivert membuang kesempatan untuk membawa timnya menjauh ketika arah tendangannya bisa ditebak oleh Bounou dan Maroko menyamakan kedudukan lewat Rahimi.
Penendang ketiga kedua tim Wout Weghorst untuk Belanda dan Talbi untuk Maroko sukses melakoni tugas mereka, tetapi algojo keempat masing-masing Timber dan Hakimi gagal membuat kedudukan 2-2 berlanjut.
Summerville, yang sejauh ini telah mengemas dua gol untuk Belanda di Piala Dunia 2026, maju sebagai penendang kelima tetapi sepakan kerasnya tak mampu menipu Bounou yang mementahkan bola dengan kepalan tangan kirinya.
Ketika Saibari menghadapi bola sebagai algojo terakhir Maroko ia sukses memperdaya Verbruggen demi mengunci langkah Singa Atlas ke babak 16 besar seusai memenangi adu penalti 3-2.(*)
(Sumber hariansinggalang)







