Eka Putra berharap penanganan pascabencana dapat dilakukan secara cepat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Ia juga memastikan pemerintah segera menurunkan tim untuk mendata secara rinci kerusakan akibat banjir tersebut.
“Bencana banjir seperti ini baru pertama kali terjadi selama saya menjabat sebagai bupati. Sungai Batang Tampo meluap akibat curah hujan tinggi, sementara hulunya berada di Gunung Sago. Nanti akan kami cek hingga ke bagian hulu untuk melihat kondisi sebenarnya. Namun saat ini fokus utama kami adalah menyelamatkan warga terdampak,” katanya.
Sementara itu, Wali Nagari Taluak Pendi Aswil mengatakan hanyutnya lima jembatan akibat banjir menyebabkan sejumlah warga terisolasi.
Ia menyebutkan, warga yang rumahnya hanyut sementara ini mengungsi ke rumah kerabat masing-masing. Meski demikian, pemerintah nagari juga telah menyiapkan lokasi pengungsian di Kantor Wali Nagari Taluak untuk mengantisipasi kondisi darurat. (**)
(Sumber harian singgalang)







