Selain bekal positif di Motegi, pembalap yang akrab disapa Pecco ini juga “bersahabat” dengan Mandalika, setelah kemenangannya pada 2023. Ketika itu, ia finis dalam waktu 41 menit 20,293 detik, unggul 0,306 detik dari Maverick Vinales dari Aprilia di posisi kedua.
Pada tahun lalu, meski dikalahkan Jorge Martin dan hanya menempati posisi ketiga, Bagnaia adalah pemenang sesi Sprint, ketika ia menang 0,107 detik dari rekan setimnya Enea Bastianini di tempat kedua.
Kini, ia menghuni posisi ketiga dengan 274 poin. Ia hanya terpaut 66 poin dari Alex Marquez di peringkat kedua klasemen.
“Sekarang kami masih memiliki lima akhir pekan balapan di depan kami: mari kita nikmati, bekerja keras, dan mencoba meraih poin sebanyak mungkin di klasemen,” tambah dia.
Selain bekal positif di Motegi, pembalap yang akrab disapa Pecco ini juga “bersahabat” dengan Mandalika, setelah kemenangannya pada 2023. Ketika itu, ia finis dalam waktu 41 menit 20,293 detik, unggul 0,306 detik dari Maverick Vinales dari Aprilia di posisi kedua.
Pada tahun lalu, meski dikalahkan Jorge Martin dan hanya menempati posisi ketiga, Bagnaia adalah pemenang sesi Sprint, ketika ia menang 0,107 detik dari rekan setimnya Enea Bastianini di tempat kedua.
Kini, ia menghuni posisi ketiga dengan 274 poin. Ia hanya terpaut 66 poin dari Alex Marquez di peringkat kedua klasemen.
Dengan lima seri tersisa di mana ada perolehan 185 poin maksimal yang bisa diraih, maka finis sebagai runner-up adalah peluang yang masih sangat terbuka lebar untuk pembalap Italia tersebut.
Kendati demikian, jumlah poinnya juga masih belum aman untuk minimal menyegel tiga besar, mengingat ia hanya terpaut 32 poin dari peringkat keempat Marco Bezzecchi. (*)




