Saat ini, kata Kapolda Babel, telah dipertegas tentang piket anggota. Pada pagi hari dan sore serta jam jam sibuk, anggota fungsi lalulintas hadir mengatur arus lalulintas. Disela itu, anggota Dit Shabara berpatroli sampai ke polosok. Begitupun piket lapangan di fungsi intel dan reserse yang tidak hanya piket dikantor tapi piket ke lapangan menyisir tempat tempat yang diduga dan berpotensi terjadinya tindak pidana.
Sementara mengenai fenomena warung kopi yang menjamur di Kota Pangkalpinang yang buka sampai subuh dan isinya kebanyakan adalah anak anak muda usia sekolah, Kapolda juga megatakan pihaknya tidak bisa menindak langsung kalau tidak unsur pidananya namun pihaknya hanya bisa mengingatkan pengunjung itu.
“Kita juga bisa melihat bahwa pengunjung itu adalah anak usia sekolah, karena saat ini kita menyusun kegiatan kunjungan ke sekolah sekolah untuk menjadi pembina upacara. Yang datang saat ini bukan staf tapi jajaran pimpinan, mulai dari Kapolda, Wakapolda, Direktur dan para Pejabat Utama Polda lainnya sampai kepada Kapolres,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, akan disampaikan pesan pesan harkamtibmas sehingga apa yang disampaikan beberapa pengurus tentang potensi yang bisa menjadi pemicu pertikaian tersampaikan. “Minggu depan kita mulai dan sekarang kita sedang menyusun konsep materi yang akan disampaikan,” kiranya.
Terakhir Kapolda Babel menyatakan jajarannya siap bekerjasama dan berkolaborasi dengan Pengurus FPK di tiap tingkatan untuk menyelesaikan gesekan ataupun permasalahan yang terjadi dalam masyarakat sehingga kerukunan dan pembauran antar suka bangsa di Babel ini terjado baik. (rea)







