Ia juga menyinggung pentingnya edukasi lingkungan dan kolaborasi antara warga, RT/RW, hingga instansi teknis. Ia berencana menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan PU untuk meninjau saluran di Pelipur dan wilayah lain yang menjadi titik rawan banjir.
“Insyaallah jika nanti diberi amanah, kita akan bangun kolam retensi di kawasan yang strategis, serta perbaikan total sistem drainase kota. Tapi sekarang, mari kita mulai dari yang bisa kita kerjakan bersama hari ini,” tambahnya.
Ajakan gotong royong dari Prof Udin disambut hangat warga. Beberapa di antaranya langsung mengusulkan jadwal bersih-bersih lingkungan secara rutin.
Kehadiran Prof Udin yang mendengar langsung keluhan warga dianggap sebagai bentuk kepedulian nyata, bukan sekadar pencitraan menjelang Pilkada. Warga pun berharap agar tokoh seperti Prof Udin bisa menjadi pemimpin yang solutif dan dekat dengan rakyat.
“Baru kali ini ada calon pemimpin yang datang langsung dan menawarkan solusi konkret. Kami butuh pemimpin yang turun tangan, bukan hanya turun baliho,” ujar seorang tokoh warga Pelipur. (rilis)







